Wednesday, July 30, 2014

You are here: Home > Sastra Budaya > Otoriter Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika Dalam Panji Sang Saka

Otoriter Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika Dalam Panji Sang Saka

by admin on May 16, 2011

“Tabe-Tabe-Uluk-Salam-Mulya”

Sesungguhnya apabila kita hayati lebih lanjut Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika dalam Panji Sang Saka (merah putih) adalah merupakan syarat mutlak peradaban hidup manusia sedunia dalam masih mau hendak berbangsa dan bernegara. Dalam dasar hakekat inilah Soekarno pada masa lampau tertarik untuk menduniakan Pancasila dan yang lebih membagakan uraian dan untaian kata Pancasila serta Bhineka Tunggal Ika dalam panji sang saka itu hanya ada dan tercetus di Nusantara dari zaman ke zaman walau pun kata Pancasila pada masa lampau lebih dikenal dengan Panca Dharma, namun intinya adalah sama.

Mengapa Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika dalam panji sang saka merupakan syarat mutlak peradaban manusia sedunia? Ya… ! sebab Pancasila itu adalah berisi kebaktian dan pengabdian, sedangkan Bhineka Tunggal Ika adalah penyesuaian dan Panji Sang Saka adalah Prinsip atau Kepercayaan. Menurut penulis ketiganya adalah syarat mutlak dalam peradaban manusia sedunia. Manusia harus bisa berbakti atau mengabdi, manusia harus bisa menyesuaikan diri atau beradabtasi dan manusia harus punya prinsisp serta percaya diri.

Terkait dengan otoriter Pancasila dan bhineka Tunggal Ika dalam Panji Sang Saka, sesungguhnya bangsa dan negara ini harus tegas kepada gaduh riuhnya manasik-manasik (gladi bersih) sistem kepercayaan asing yang hanya teradobsi di negeri ini. Kita harus tegas bahwasanya seluruh agama agama yang ada di Indonesia hanyalah teradobsi saja. Hanya karena saking bijaksananya bangsa Indonesialah, sehingga berbagai agama disyahkan di Indonesia. Tapi janganlah lantas menganggap bangsa ini tidak punya agama yang kemudia agama agama itu bermaksud mencampuri atau ingin mengatur negara!.
Indonesia memang bukan negara, tapi Indonesia adalah negara Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika dalam Panji Sang Saka yang bisa merangkum dan merangkul semua agama. Dengan kata lain Pancasila adalah Rangkuman dari seluruh agama. Bhineka Tunggal Ika adalah rangkuman seluruh manusia. Sedangkan Panji Sang Saka adalah kebebasan prinsip kepercayaan kepada Tuhan dalam pribadi masing-masing.

Iman itu memang tidak berada pada orang lain, atau ditelevisi, dan atau di tulisan tulisan suci. Tapi Iman itu berada pada diri sendiri dengan otoriter Pancasila dan bhineka Tunggal Ika dalam Panji Sang Saka. Semoga tidak ada lagi konflik syara dan persaingan agama di Indonesia. Tapi justru bersatu kembali melawan otoriter Non Pancasila atau Kapitalisme tanpa pandang bulu.

Article Global Facebook Twitter Myspace Friendfeed Technorati del.icio.us Digg Google StumbleUpon Eli Pets

Comments

comments

Leave a Comment

 

Previous post:

Next post: